KUNJUNGAN KERJA : Ketua Komisi III DPRD Kalteng Duwel Rawing didampingi Dirut BBS Hasan Muldhani mengunjungi basis produksi BBS di Subang Jawa Barat
August 5, 2020
MEDIA BBS Subang, 04/08 – Dalam rangka pengembangan bisnis dan partisipasi pembangunan infrastruktur di Kalimantan Tengah, PT. Berkah Beton Sadaya (BBS) sedang giat-giatnya melakukan persiapan teknis maupun nonteknis.
Salah satunya adalah persiapan eksternal dengan mengundang tokoh masyarakat adat Dayak, Drs. Duwel Rawing, mantan bupati Katingan dua periode 2003-2008 dan 2008-2013 yang saat ini telah menjabat sebagai ketua komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah.
Undangan terhadap sesepuh masyarakat Kalimantan Tengah ke basis produksi perusahaan yang terletak di Subang Jawa Barat dimaksudkan untuk melihat secara langsung persiapan-persiapan yang telah dilakukan sekaligus untuk meminta saran dan pendapat yang diperlukan agar sesuai dengan kebutuhan pembangunan insfrastruktur di sana. Kedatangan Drs. Duwel Rawing pada tanggal 4 Agustus 2020 kemarin, langsung diarahkan untuk meninjau Quary Batu dan Batching Plant serta armada dan alat-alat produksi yang dimiliki oleh BBS.
BBS adalah perusahaan industri pendukung insfrastruktur yang memproduksi beton readymix, precast, beton ringan, asphalt dan hotmix dengan kualitas terbaik yang telah berpengalaman dalam pembangunan infrastruktur Gedung-gedung perkantoran maupun jalan tol di wilayah Jawa Barat dan JABODETABEK.
Langka awal persiapan ekspansi ke Kalteng telah dilakukan jauh-jauh hari. Sebelumnya sudah dilakukan dengan pembebasan Quary Batu seluas 150 ha di kecamatan Katingan Tengah dengan potensi kandungan batu granit sebesar 45 juta MT dan 135 ha di katingan Hilir dengan potensi batu 25 juta MT dan pasir granit sebesar 35 Juta MT.
Dalam dengar Dewan Direksi, tokoh Kalteng ini berharap niat baik perusahaan cepat terealisasi, agar harga-harga material pendukung infrastruktur tidak terlalu mahal dan semakin pendukung oleh masyarakat. Pasalnya selama ini, untuk kebutuhan batu split maupun beton harus mendatangkan dari Kalsel. Jauhnya pengangkutan, membuat harga-harga tinggi dan biaya pembangunan mahal. “Ekspansi ke Kalteng kemungkinan akan dilakukan paling lambat pada akhir tahun ini,” kata Direktur Utama BBS Hsan Muldhani,”ungkapnya di sela-sela kunjungan. (Media BBS)




