BERKAH BETON SADAYA Tbk RAIH KONTRAK PEMBANGUNAN PABRIK MINERAL

June 24, 2021

PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) menandatangani kontrak proyek dengan PT Apel Mas Indonesia (AMI), perusahaan air minum milik Ustad Yusuf Mansur. Kerja sama senilai Rp. 125 miliar akan digunakan untuk membangun pabrik air mineral AMI.

Sejak melantai di pasar bursa, BEBS memang semakin gencar dalam meningkatkan produktifitas. Berbagai kontrak kerja sama dilakukan dalam rangka meluaskan market perusahaan. Al hasil, kinerja perusahaan yang bergerak di bidang industri, konstruksi, perdagangan besar dan penggalian tersebut.

Untuk menjalankan itu, BEBS melakukan berbagai kontrak suplay dalam rangka mengamankan sumber cadangan material kebutuhan proyek. Hal tersebut dilakukan demi melancarkan produktifitas dan menjaga kepercayaan publik terhadap perusahaan.

Hasan Muldhani, Direktur Utama PT Berkah Beton Sadaya Tbk mengatakan, kontrak suplay dilakukan untuk mengamankan cadangan material demi memenuhi berbagai proyek yang akan dilakukan BBS.

"Kerja sama yang dilakukan dalam rangka mengamankan sumber cadangan material demi memenuhi banyaknya kontrak kerja yang harus dilaksanakan oleh BBS. Hal strategis lain, kontrak ini menjadikan stok kami melimpah sehingga tidak ada alasan bagi perusahaan untuk terhambat berproduksi.

Hasan juga mengungkapkan bahwa selain mengamankan suplay bahan baku, BBS juga meningkatkan kualitas dan kapasitas fasilitas produksi. Dari segi SDM (Sumber Daya Manusia), BBS mencanangkan program untuk upgrading progresifitas tim produksi, managemen, hingga tim pemasaran.

"BBS akan selalu membuat inovasi demi meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi. SDM dan infrastruktur perusahaan semua akan melakukan upgrading. Ini demi menjaga kepercayaan publik karena BBS juga sudah melantai di pasar bursa".

Pada kuartal I 202, BEBS mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha Rp. 97 Miliar, tumbuh 364,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Ro 27,9 miliar. Sedangkan sepanjang tahun2020, perseroan mencetak penjualan dan pendapatan perseroan mencapai Rp 110,70 miliar atau melonjak 649.7%. Ini terdiri dari penjualan material sebesar Rp 86,61 miliar dan peningkatan penjualan readymix sebesar Rp 9,32 miliar.