SAFETY EQUIPMENT

November 24, 2020

Artikel BBS - Konstruksi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk membangun sarana atau prasarana. Pada umumnya kegiatan konstruksi diawasi oleh arsitek proyek atau manajer proyek untuk keberhasilan kontruksi yang tengah dilakukanya. Selain faktor keberhasilan suatu proyek, hal lain sama pentingnya adalah faktor keselamatan para pekerja.

Keselamatan pekerja merupakan nomor satu dalam rangka mewujudkan lingkungan kerja yang kondusif serta aman dalam bidang konstruksi dengan cara menggunaan safety equifment yang tepat. Diperlukanya safety equipment di sector konstruksi untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja yang terkadang bisa melibatkan nyawa. Contoh dalam pekerjaan pengecoran juga dibutuhkan sepatu khusus, dan helm safety.

Jenis-jenis safety equipment yang umum digunakan:

Untuk menghindari kecelakaan kerja, PT Berkah Beton Sadaya Tbk menerapkan K3 untuk melakakukan kegiatan pengecoran dan lain-lain. Suatu konstruksi harus memiliki kelengkapan administrasi berikut dengan peralatan K3 demi menjaga keselamatan para pekerja.

1.    Kelengkapan Administrasi K3
        -    Memiliki ijin dari kantor kimpraswil tentang penggnaakn jalan atau jembatan.
        -    Pendaftaran proyek yang dilakukan ke depatement tenaka kerja setempat.
        -    Pemberitahuan tentang adanya proyek kepada pemerintah serta lingkungan setempat
        -    Pendaftaran dan pembayaran untuk asuransi bagi para pekerja.
        -    Keterangan layak pakai untuk jenis alat berat ataupun ringan dari instansi.
2.    Peralatan K3
       -    Pelindung wajah mulai dari helm pengelas, google kacamata safety.
       -    Pelindung pendengaran mulai dari foam earplugs, earmuffs dan PVC earplugs.
       -    Pelindung kepala dari kelas F untuk melindungi kepala dari benda jatuh, kelas G untuk melindungi kepada dari benda jatuh dan dari       sengatan listrik hingga 2.200 Volts serta kelas F yang dberguna untuk melindungi kepala dari benda jatuh dan dari sengatan listrik hingga 20.000 Volts.
       -    Pelindung tangan mulai dari metal mesh, rubber gloves, padded cloth gloves, latex disposable gloves, heat resistant glovest, vinyl dan   neoprene gloves serta leather gloves.
       -    Pelindung kaki mulai dari metatarsal, steel toe, latex, PVC boots, nitrile boots dan lain-lain.
       -    Pelindung dari bahaya jatuh mulai dari life line, full body hardness, anchor point serta refracting life lines.
3.    Sarana peralatan untuk lingkungan dalam konstruksi
       -    Pagar pengaman
       -    Tabung pemadam kebakaran
       -    Pemeliharaan jalan kerja serta jembatan kerja
       -    Penangkal petir darurat
       -    Peralatan P3K
       -    Pagar pengaman lokasi proyek
       -    Tangga dan lain-lain
4.    Rambu-ramu peringatan
      -    Peringatan bahaya tersengat istrik
      -    Peringatan untuk memakai alat pengalan kerja
      -    Penunjuk jalur instalasi istrik kerja sementara
      -    Larangan mamesuki area tertentu
      -    Penunjuk batas ketinggian penumpukan material
      -    Peringatan bahaya api
      -    Peringatan benturan kepala
      -    Peringatan bahaya longsor dan lain sebagaianya.

Safety plant melibatkan beberapa hal seperti pembukaan mengenai gambaran proyek, pokok perhatian untuk kegiatan K3, tata cara pengoperasioan peralatan yang nantinya akan digunakan, resiko kecelakaan berikut dengan cara mencegah nya serta alamat instansi seperti depnaker, dinas pemadam kebakaaran dan rumah sakit. Selain memperhatikan keselamatan pekerja, suatu konstruksi juga harus lengkap secara administrasi dan telah memiliki ijin untuk mendirikan bangunan gedung di suatu tempat. Diperlukan pula status kepemilkikan gedung secara jelas berikut dengan status hak atas tanah atau ijin dari pemegang hak untuk memenafaatkan tanah yang bersangkutan. Perlangkapan K3 berikut dengan administrative ijin pendirian bangunan sangat penting dilengkapi demi mewujudkan area kerja yang kondusif serta bebas dari masalah.